Minggu, 17 November 2013

Uang atau Tuhan Boy


Pagi-pagi aku sudah digenjot oleh hal-hal yang tidak aku suakai. Terlalu egois mungkin ya. Tapi itulah aku, ketika berbicara didepan umum, sama teman-teman bahkan kepada Tuhanpun aku mengakui aku egois. Oleh sebabitulah aku ingin berubah, siapa tahu kan,,, ketika aku blak-blakan ngomong. Aku dihadapkan dengan orang yang blak-blakan juga. insyaAllah tu, aku berubah… hehehe…

Sahabat semua. Sebelum aku pergi melanjutkan bisnisku --minta doanya ya, agar semua dipermudah--, aku mencoba meluangkan waktu untuk menulis. Bukan hobby sih, hanya seru saja. Aku tidak memiliki temen curhat, kecuali computer mungilku ini.

Oke sob… aku teringat dengan tulisanku kemaren, yang ngebahas tentang “antara pembisnis dan pesimis”.. disitu menceritakan tentang dua orang mahasiswa yang sedang berdebat. Intinya cewek tu mengajar, cowok mencari.. cewek diberi, cowok memberi, urang lebih begitulah kalimat-kalimat yang terurai pada cerita tersebut.
Aku jadi teringat ketika aku Tanya kepada segelintir sahabat-sahabat baruku ketika mereka mengambil jurusan, terutama yang mengambil jurusan kependidikan, ketika terlontar dariku bertanya mengapa mereka mengambil jurusan FKIP, jawabnya antara lain :

Ingin menjadi pegawai negeri
Gajinya lumayan gede’
Ada gaji pensiunnya
Rata-rata menjawab seperti itu, aku heran…. Kenapa tidak ada yang mengatakan :
Ingin menjadikan anak bangsa yang berpendidikan IQ, SQ, EQ-nya mantap
Ingin menjadikan Indonesia mencipta anak didik yang berkwalitas
Ingin menjadikan anak Indonesia yang mandiri
Hehe… mungkin jawaban barusan yang aku utarakan terlelu tinggi mungkin ya, ngayalnya minta ampun dah, dan aku yakin sebagian orang komentar bahwa aku ketinggian dalam berpendapat.

Oke kita bahas bos…

Tidak asing pada kita, “guru adalah pahlawan tanpa jawa”--- masih belum menginjakan kaki kebangku sekolahpun aku sudah diberitahu kalimat tersebut. Jika kita kaji dari waktu itu, seharusnya kalimat tersebut sudah menjadi darah daging pada diri kita. Tapi saying, kalimat hanya tinggal kalimat, tidak pernah dikaji secara dalam, dan makna kalimat tersebut sangat sedikit yang memahaminya bahkan makna itu sendiri sudah berubah oleh system yang selalu berjalan.

Guru ialah mutiara, para ulama dalam islam tidak lepas dari guru. Dan guru dalam islam disebut dengan imam, ulama, khiyai, ustadz dan sejenisnya.

Guru mengajarkan ilmu, menyampaikan apa-apa yang tidak diketahui oleh muridnya. Ketika seorang guru menyampaikan dengan hati, dengan nurani, tanpa harus digaji, tanpa pamrih, maka disitulah akan didapatkan kedudukan guru yang amat teramat mulia disisi Allah. Dan InsyaAllah jaminannya Syurga.

kita tinggal dulu membahas guru, kita bahas makna ikhlas. Kita tahu, ikhlas merupakan suatu perbuatan yang kita lakukan tanpa ingin mendapat imbalan. Tanpa ingin dipuji, tanpa ingin dikasihani, eh---semacamnya lah, yang jelas ikhlas itu tertuju hanya karena Allah, ingin Ridho Allah, dan ingin mendapat kasih saying Allah. Sedikitpun tidak ingin mendapatkan sesuatu dari manusia. Dan ketika orang itu sudah ikhlas, maka Allah yang campur tangan dalam urusan hidupnya. Dan jika Allah sudah campur tangan, semua akan berjalan lancer, tidak mungkin bagi manusia, tapi mungkin bagi Allah.. kunfayakun.

Kedudukan guru menjadi Istimewa dihadapan Allah jika guru akan mengajar dengan ikhlas, hanya mengharap ridho Allah, dan benar-benar Karena ingin menyampaikan ilmu Allah dan membuka pintu syurga untuk beramai-ramai memasukinya dengan ilmu yang disampaikan.

Kita kaitkan dengan cara pandang, motivasi mereka-mereka yang duduk di jenjang sarjana yang mengambil ilmu mendidik. FKIP.

Jika cara pandang mereka terarah pada gaji … saya bertanya dimana ikhlasnya ?.... dapat ngga’ ridho tuhannya.
Jika cara pandang mereka terfokus pada pegawai negeri… mana ikhlasnya ?... dapat ngga’ Ridho-Nya.
Jika motivasinya ingin gaji gede’,,, kerjanya mudah dan bias mengumpul harta melimpah… lha… mana ikhlasnya Sob… kedudukan dan makna seorang guru sebenarnya dimana ?... sadar donk ah…

Jika itu diterapkan, Indonesia bukan meningkat kedepannya nanti, malah mengalami kemunduran, kwalita anak bangsa anjrok. Kenapa, karena sedikit, TIDAK IKHLAS dalam bertindak.

Allah ridho pada orang menyerahkan semua urusannya kepada Allah “Ikhlas”… berarti jika tidak ikhlas maka Allah ?.....

Ketika aku sampaikan hal tersebut pada mereka-mereka yang mengambil jurusan FKIP, rata-rata mereka marah, ya iyalah, orang salah kan pasti marah.. hehhe…

Kebanyakan mereka berkata begini padaku :
Emangnya lho ngga’ perlu duit min. idup tu pake’ duit. Semua pake’ duit. Tanpa duit tidak bias hidup. Kerja itu Karena kita perlu duit. Jika kerja tidak mengharap duit, itu namanya orang bodoh min.

Lumayan jawabannya.. aku jawab begini…
Iya, semua harus pake’ duit, benar tuh,,, 100% SALAH Boy.. terima kasih udah bilang aku bodoh. Karena hanya orang bodohlah yang berkata ceroboh dan itu termasuk aku.

Gini boy, jika hidup itu pake’ duit, kenapa orang banyak duit identik dengan korupsi.. kenapa orang banyak duit identik dengan was-was, tidak tenang dalam hidup, sakit-sakitan. Dan orang yang banyak duit identik dengan perampokan, ditodong ketika jalan. Hidup perlu tenang boy, jika tidak tenang bukan jidup namanya, tapi kacau.

Kita hidup perlu tuhan, bukan duit, kita hidup pake’ tuhan, bukan pake’ duit, kita hidup musti dengan tuhan, dan kita pasti hidup jika mengenal tuhan. Kerja itu mengharap ridho tuhan, bukan karena uang. Guru itu mulia lho,,, jangan dijadikan sumber penghasilan eteri donk.. tapi jadikan lading amal untuk menuju syurganya Tuhan. Jika Anda ingin hidup berlimpah materi, jangan jadi guru donk.. tapi jadilah pengusaha.

Jika hidup kita mentergantungkan penuh pada duit, kacau boy,,, duit dibuat oleh manusia, ada mesin cetak khusus yang membuatnya, dan mesin itu ciptaan manusia, ada ngga’ Allah mencipta mesin, tidak ada toh,,,

Mesin ngga’ punya otak, tergantung gimana kita ngoperasikannya. Dan yang lebih parahnya, jika kita tidak operasikan tu mesin, jalan ngga’ dia, beroperasi ngga’ dia, tidak kan, dia perlu manusia. Dan manusia yang menjalankan tu mesin pun manusia-manusia pilihan, manusia khusus. Jika orang yang mengoperasiakan mesin itu sakit atau mati ketimpa oleh mesin itu sendiri, jalan ngga’ mesinnya, sedih nggga’ mesinnya mendengar yang membuatnya meninggal, ngga’ kan. Dan jika kita tunduk pada tu mesin, tunduk pada hasil olahannya, saya pasti mengatakan ANDALAH ORANG BODOH. Mending saya bilang anda orang bodoh, bahkan agama mengecap anda orang sesat, SYIRIK boy, dan syirik itu dosa yang tidak terampuni oleh Allah kecuali tobat nasuha.

Heran aku, ko’ bias-bisanya dunia pendidikan mengajarkan bibit-bibit pendidik ngomong seperti itu, sangat bertentangan dengan agama. Kita umat beragama boy, wajib kita taati agama, peraturan agama harus kita pelajari dan kuasai. Jika anda menjabat seorang guru, dan pola piker anda tertuju pada uang, maka saya sebagai pengusaha akan mengeluarkan anda dari Indonesia. Akan membuat anda jadi pengamen. Hidup dijalanan. Dan itu mendih lho… mungkin aku akan mengusih anda dari muka bumi, terserah lho dah, hidup dibulan ke’… hidup dimana ke’, terserah lhu…

Dia jawab gini.. emangnya kamu min yang punya ni bumi… tuhan yang punya bumi ni min, sadar lah.. “dia mencoba nasehatin aku dengan ngebawak nama tuhan.

Ops… kataku, anda menyebut nama tuhan, siapa tuhan anda, tuhan anda uang kan, duit kan, atau mesin kan.. jangankan anda, tuhan anda saja bias aku hancurkan, aku sobek-sobek. Apalagi diri anda, sangat mudah lho… “panas kayaknya dia, saking panasnya dia tidak berkutip satu katapun”… karena berkata dengan orang bodoh kayak saya kali ya.. hehehe…

Lanjutkan…

Benar lho sahabatku semua, motivasi mereka-mereka yang duduk di dunia didik yang akan diberi amanah untuk mendidik motivasi mereka sangat salah “kebanyakan”, tertuju pada PNS dan uang. Jika ingin uang banyak, jangan jadi guru, jadi pengusaha boy. Pengusaha yang dermawan, banyak uang, banyak jaringan, banyak kepingan tanah disyurga “kata teman ku Nani”.
Sangat sedikit yang benar. Yang kaya’ gini ni yang harus kita rubah, dan harus dikasih jalan yang baik dan benar.

Kesimpulnnya. Kedudukan guru itu mulia, tapi tidak semua guru mulia, jika cara pandang guru itu salah, tidak sedikitpun dia mendapatkan kedudukan yang mulia.

Apalagi, --ini mungkin ya—mungkin sebelum terjun langsung mengajar, sebelum menjadi sarjana, guru mengangkat sumpah akan mengajar dengan hati nurani. Aku bangga itu. Bahkan sumpah mereka “mungkin” berjunjungkan Al-Qur’an.. subhanallah.

Sumpah sahabat, itu sumpah lho,,, tapi jika prakteknya Anda mencari materi dalam mengajar, ingin mengejar gaji gede’… salahkah jika aku katakana, Anda melanggar sumpah anda. Sadarlah boy. Guru itu mulia, jangan anda kotori kemuliaan guru karena uang. Jaga amanah tersebut dengan Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW.

Semoga bermanfaat sahabat..
Jarum jam udah nunjuk aku dan memerintahkan aku harus mandi,,, belum mandi ni ceritanya,, hehe…
Oke sob….
Ws…wr…wb….

antara pembisnis dan pesimis


Niat...........
Motivasi Yang Tinggi...
Ingin Cepat Sukses...
Tidak Ingin Menjadi Pegawai Negri...
Ingin Swasta...
Usah Bebas....
Tidak Terikat...
Tidak Terstruktur....

Itulah Motivasi Awalku Kulyah....
Dalam Menjalaninya, Selama Perkuliyahan. Seakan-Akan Aku Dikekang Dan Dibiarkan Begitu Saja Dengan Alurku Sendiri. Malah Kuliyah Yang Berbasis Bisnis Hanya Symbol Saja. Disana Sama Sekali Tidak Aku Temukan Cara-Cara Berbisnis Dan Trik-Trik Mudah Sukses Berwirausaha.

Tapimungkin itulah pelajaran sesungguhnya bagi pembisnis, wajib mencari, bukan diberi..... insyaAllah aku yakinkan dan selalu aku positifkan...

Bagiku Seorang Lelaki Itu WAJIB Hukumnya Menjadi Pengusaha. Beda Dengan Wanita, Wanita Itu WAJIB Hukumnya Mendidik, Karena Mendidik Dan Mengajar Itu Sifat Wanita. Laki-Laki Bertugas Mendidik Ibu “Istri” Dan Memberi Nafkah Keluarga. Dan Ibu “Istri”Lah Yang Mendidik Anak. Kenapa, Karena Yang Amat Teramat Dekat Dengan Si Anak Ialah Ibunya.

Suami Harus Berbisnis, Harus Berwiraswasta. Pengalaman, Aku Heran, Kenapa Banyak Teman-Teman FKIP “Cwok-Cwok” Nya Lembek-Lembek. Ternyata Mereka Diajarkan Cara Mereka Yaitu Mendidik. Woy… Mendidik Itu Harus Dengan Hati, Agar Apa Yang Diajarkan Masuk Kehati.

Mereka Berkata “Siswa FKIP Cwok”.. Mereka Protes Ketika Aku Ngomong Kayak Gitu Kepada Mereka “Lembek-Lelet”… Mereka Ngomong Kayak Gini…. Fungsi Lelaki Disekolah Ialah Sebagai Kepala Sekolah Boy… Kepala Itu Harus Lelaki.. Ujar Mereka.
Tersenyum Aku… Dan Membalas Perkatan Mereka Kayak Gini “Kanan”--- Bupati Dan Presiden Saja Bisa Cewek, Apalagi Hanya Seorang Kepala Sekolah—Masih Wajib Kumumnya Seorang Cewek—Bahkan Cowok Haram Jadi Kayak Gituan”…

Kayaknya Setelah Aku Ngomong Gitu Mereka Panas Banget, Tapi Aku Tidak Takut, Panas Orang Yang Lembek Kan Ngga’ Terlalu Tu. Jadi Aku Jelaskan…..

Boy…. Waktu Selalu Berubah, Bahkan Satu Detik Pun Waktu Tidak Pernah Mundur. Dan Kita Dituntut Untuk Berubah Dan Merubah.
Ke Poin Awal. Cewek Dan Cowok Itu Beda Boy… Cowok Itu Mencari Sedangkan Cewek Itu Menjaga. Jika Keduanya Ditukar Ataupun Disamakan, Kacau Jadinya.

Begitu Juga Dengan Kepemimpinan, Pernah Ngga’ Anda Terpikir, Kenapa Imam Itu Selalu Lekaki, Ko’ Ngga’ Sesekali Perempuan Sih… Jawabnya Karena Lelaki Itu Pemimpin Boy… Wanita Itu Dipimpin.

Kembali Kependidikan… Mendidik Itu Tugasnya Cewek, Tugas Lelaki Itu Bukan Kepala Sekolah, Itu Keliru, Tapi Tugas Lelaki Itu Mendirikan Sekolah. Memerintah, Memimpin Dan Memberi Gaji Para Guru-Guru… Bukan Sebaliknya Cowok Ko’ Malah Mintak Gaji.. Sadar Donk…

Jika Dikaji Dengan Hadisnya Rasulullah Dan Al-Qur’an, Kayaknya Terlalu Jauh Untuk Anda… Jika Aku Jelasnkan Dengan Hal Tersebut, Melihat Diri Anda Sekarng.. Anda Pasti Mengecap Saya Orang Yang Sok alim.. Agar Tetap Setara Dalam Komunikasi… Kita Main Akal Saja. Untuk Rincian Hadisnya, Anda Cari Sendiri Ya Boy…

Itulah Dialog Ketika Aku Dibilang Sok Jago Dalam Berbisnis, Lebay Tu Cowok Ujarku…..
Sampai-Sampai Aku Mengecap Anak FKIP “Cowok’nya Lembek”…
Tapi Itu Dalam Kondisi Aku Sedang Panas…
Hehe.. Itulah Aku, Sering Kebablakan Dalam Berbicara….
Yang Kenal Aku Udah Lama, Insyaallah Ngerti…