Jumat, 11 Januari 2013

inilah kampusku

Jadi penulis, terkenal dan bisa menjelajahi dunia. Itulah cita-citaku. Sebenarnya keinginan itu tumbuh bukan terlahir dari saya sekolah SD waktu ditanya guru, bukan dari suatu kata yang dicari ketika ditanya teman-teman waktu bermain. Tapi kainginan tersebut tumbuh ketika saya sudah menginjakkan kaki didunia kampus.
Kampus memang sangat membuat saya berbalik 1800, dunia kampus dunia yang amat termat menyenangkan. Tapi jika tidak dihadapi dengan positif, maka ia dapat membuat kita tersesat dan larut dalam kekliruan. Ini saya kemukakan bukan berarti saya tidak terlarut dan sempurna positif dalam dunia kampus, bukan sama sekali. Tapi ini merupakan suatu definisi saya tentang kampus aja. Saya rasa tidak salah jika saya katakan itu, ataupun jika salah, give me sorry ya..hehe…
Bukan cuman protes ataupun berkomentar, saya sangat dituntut untuk mengemukakan pendapat saya tentang dunia kampus sa’at ini, khususnya kampus saya.
KETIKA  AKU BERTANYA
Banyak yang membuat saya bertanya tentang kampus dan apa itu itu kampus. Waktu sekolah, saya sangat memandang tinggi yang namanya kampus. Bagi saya, jika sudah duduk didunia kampus dan kuliyah, kita akan mendapat kedudukan yang tinggi dan dihormati.
Sekarang, saya sudah kuliyah dan duduk didunia kampus. Tidak seperti yang saya pikirkan, bagi saya kampus itu sangat banyak mengajarkan yang negatif. Baru masuk saja sudah diajarkan keegoisan, gila kedudukan dan kekerasan oleh para sonior-sonior. Baru masuk kuliyah saja sudah diajarkan ketidakdisiplinan.. gimana tidak, junior disuruh datang tepat waktu oleh para soniornya ternyata soniornya sendiri tidak disiplin dan teratur. Itu saya alami sendiri waktu masuk kampus.
Bukan cuman itu, ketika masuk kampus, saya sangat penasaran dan sangat ingin bertemu dengan yang namanya dosen, tapi ternyata tidak, saya malah dihadapkan dengan sonior yang gila pangkat dan kedudukan. Itukah kampus. Saya sempat ingin berhenti berjalan dalam dunia kampus. Tapi saya mencoba untuk bertahan, ternyata hasilnya sampai saat ini saya masih tetap menikmati udara kampus, emmmm…yeah meskipun bagi saya udaranya sangat tercemar.
Yang memberikan kita pelajaran, saran dan tata cara bersikap didunia kampus itulah dosen. Bagi saya dosen itu seperti seorang malaikat yang selalu memberikan saya jalan ketika saya bertanya dimana jalan dan arah tempat saya mencapai cita-cita saya. Tapi hal ini lagi-lagi tidak. hanya sebagian kecil saja dosen yang tahu akan keinginan seorang mahasiswa seperti saya.
Bu’ erlinda, dia adalah seorang dosen yang sangat amat perhatian dan sangat faham bagaimana cara mengajar. Dia benar-benar malaikat yang saya temukan dikampus. Mengerti dan tahu akan keinginan saya, tegas dan sangat disiplin. Saya amat teramat suka akan hal itu.
Kedua bu’ aini mu’ani. Kebetulan dia dosen PA saya dikampus. Orang tua saya dalam dunia pembelajaran tingkat perguruan tinggi. Pada awalnya saya sangat sebel yang namanya bu’ Ani Mua’ni. Disebabkan karena  dia orang tua kedua saya, jadi saya mencoba untuk bersabar ketika berhadapan dengan dia yang galaknya mintak ampuuunn. Karena kegalakannya itu, saya menemukan kasih sayang darinya. Luar biasa dia sangat perhatian dan tegas. Kali ini apapun yang iberikannya, saya yakin itu bukan sebuah kata yang asal keluar dari benaknya, tapi itu merupakan suatu nasehat yang memberi seribu manfaat untuk saya menyeselaikan pembelajaran. 11-01-2013
To be continue….