Rabu, 16 Oktober 2013

Kejujuran Atau Contekan

mencari ilmu itu wajib hukumnya. sampai Allah mengatakan lewat Rasul-Nya :
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. aku teringat pertanyaan kawanku ketika di SMK dulu, Emi namanya. kenapa tida kenegeri arab atau mekah, sedangkan arab dan mekah ialah negaga Islam. mengapa harus ke negara kafir.
mungkin  karena begitu wajibnya menuntut ilmu, sampai-sampai kita harus mencarinya kenegeri kafir sekalipun.

SMK berakhir, aku melanjutkan kuliyah, dalam perkuliyahan yang sangat penuh cerita--dari yang sedih sampai begitu senangnya--- aku menjadi semakin mengerti pendidikan yang sebenarnya. aku pulang kampung semakin dipandang oleh masyarakat desaku. aku baru mengalami dan semakin yakin bahwa Allah PASTI mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
tentunya semakin berilmu ita harus semakin bisa memilih mana yang terbaik dari yang baik.

SD menulis dan membaca, SMP diajarkan pemahaman atas apa yang dibaca, SMA-Sederajad---diajarkan penerapan, tapi kuliyah aku heran, kenapa sistem belajar seakan kembali ke SD, SMP, SMA....bahkan menghilangkan SD-SMA.

ilmu yang didapatkan harus kita selubungi dengan Akhlak, kejujuran, dan memperbaiki kwalitas, bukan memperbanyak kwantitas.
semakin tinggi belajar, agama semakin ditinggal, kejujuran semakin diterbelakangkan, tuhan semakin dillupakan. padahal Agama itu penyempurna. Islam itu penyempurna.

kasus :
seorang mahasiswa datang kekampus tepat waktu. karena terbiasa diajarkan kedisiplinan dari SD-SMAnya. dia menjadi terbiasa disiplin.
datang keruang kelas, jam sudah menunjukan waktunya ngajar mengajar dimulai. hampir 30 menit dalam ruangan, tapi tidak ada satunpun teman-temannya datang.
dia berkata "mungkin hari ini tidak masuk kulyah"---ketika dia pulang--- dosen masuk, lalu sms keketua kelas bahwa ngajar-mengajar dimulai.
anak yang datang pertama telat dan dikeluarkan--- anak tersebut terima, mungkin karena dia tidak mau bertanya--- ujarnya.
kejadian ini berulang kali terjadi pada dirinya. ia mencari solusi agar kejadian ini tidak akan terjadi lagi pada dirinya.

merubah pola pikir :
sebelum berangkat kekampus, dia selalu sms teman-temannya dan bertanya "masuk apa tidak"....
hasilnya emmmmbbb... lumayan, dia sering ikut pelajaran, tapi sering telat, karena teman-temannya ngasih kabar ketika dosen udah masuk kelas.
dia menjadi terkenal dengan LELETNYA. padahal dia merupakan anak yang paling disiplin dibanding teman-temannya bahkan dosennya sekalipun.
dia terima omelan dosennya bahkan dia sering ditertawakan oleh teman-temannya jia masuk kelas karena terlambat.

dia berpikir lari, dan mencari solusi lagi :
kembali keawal, dia ontime datang, ada atau tidaknya dosen, dia mendisiplini jadwal. walaupun tidak ada dosen, dia tetap menunggu sampai waktu belajar yang tercatat dijadwal habis, disamping itu dia juga tidak lupa untuk sms teman-temannya bahwa "masuk dan ada tidak dosennya".
dia tetap telat, kenapa... ternyata ketika teman-temannya masuk diruang yang berbeda atas apa yang telah terjadwalkan.
dia terkenal bukan sebatas LELETnya,,, tapi INFORMASIpun ketinggalan.

dia kembali berpikir dan mengomentari dirinya sendiri---ko' aku jadi gini--- kedisiplinanku mulai memudar.

ketika semester tiba, ujian selesai dan waktunya melihat nilai....--- nilai yang didapakannya 75% C.... wah-wah anak yang disiplin itu kaget dan semakin kesal. masuk kamar dan menangis, ---mengapa nilaiku jelek---.. dia baru tersadar dia SERING TELAT masuk kampus.

semester dua :
tidak berhenti, dia selalu mencoba beradaptasi dengan lingkungannya. mencoba belajar lebih dan labih, selain memperbaiki kedisiplinan, menguatkan belajarnya, dia juga memperbaiki diri untuk semakin dekat terhadap Rab-nya.

tidak terasa ujian kembali tiba dan nilai kembali diperlihatkan. bukan membaik, malah memburuk nilai yang tertera. dia heran apa yang salah pada dirinya.

semester tiga dia biasa-biasa saja, malah memburuk dari prilakunya, yang disiplin menjadi tidak disiplin, yang rajin belajar menjadi malas belajar. yang selalu berpakaian rapi, menjadi acak-acakan. dia setengah putus asa terhadap lingkungannya. ketika ujian kembali tiba, nilai kembali diperlihatan, eh---malah nilainya menjadi bertahan.

dia kembali berpikir, dirinya yang salah ataukan sistem belajar yang salah.
dia mencoba aktif diluar kampusnya dan meninggalkan organisasi yang digelutinya dikampus. menjadi liar didunia usaha yang sangat diminatinya diluar.
kembali semester tiba, nilainya semakin memburuk. tapi cara dia memandang hal tersebut menajadi beda---- bukan nilainya yang buruk, tapi yang memberi niai itulah yang buruj-- ujarnya.

karena aktif diluar, mencoba berbisnis, ikut seminar bisnis, pergi kehotel-hotel ikut seminar, bahkan dia pernah ikut seminar dihotel megah dengan meninggalkan kuliyan.
itu menjadi biasa, dikampus dia dicap merah, tapi dia berkata "kampunya telah membuat dia melanggar lampu merah dalam hidupnya.
teman-temannya menganggap dia anak merah. tapi dia berkata, justru dialah anak yang pergi ketika lampu hijau dinyalakan. bukan berhenti ketika lampu hijau menyala. jika berhenti lampu hijau menyala ---siapa yang salah--- aku rasa anda dapat berpikir.

sampai waktunya magang. magang ini merupakan salah satu persyaratan yang diadakan dikampus sebagai syarat wisuda.
Dia dengan berat mengikutinya, dia takut, hasilnya menjadi jelek lagi. perjuangannya tidak dinilai dosennya.
meskipun berat hati, dia tetap ikuti.
dua bulan magang. sampai waktunya masuk kelas kembali. awal masuk kelas langsung dikeluarkan dosen. dia bingung, apa sebabnya. ternyata karena dia tidak mengumpul tugas.
"gimana mau mengumpul tugas, orang baru masuk dan baru selesai mangang ko', dan mangang itukan diadakan oleh kampus juga, jadi kenapa karena manang jadi dikeluarkan"--aneh kan ?...

dosen yang bersangkutan membentaknya, bahwa yang tidak mengumpulkan tugas tida bolah mengikuti mata kuliyah yang bersangkutan.
dia meminta toleransi agar dipertimbangan magangnya, tapi sia-sia. seaan akan ketika dosen berkata A tidak mungkin dirubah menjadi B, apalagi Z wah jauh sekali.

ketika pulang, pas waktu itu hari kamis, dia ada kegiatan luar dan harus membeli kue untuk kegitan buka senin kamis bersama. pulang dari membeli kue, dia dapat kabar ada toleransi dari dosen harus mengerjakan tugas dari awal sampai yang akan dikumpulkan hari itu. batas waktunya jam 18.00. datang dari beli kue jam 17.30.... dan harus menyiapkan dan beres-beres dan mengomandangkan azan. apa mungkin meninggalkan tanggung jawab hanya karena menyontek.

sering didengar, bahwa dalam belajar kita dilarang nyontek, bahkan dari SD sekalipun kita dilarang nyontek.
tapi kali ini dia tidak terima. --aku belajar tinggi bukan memperdalam nyontek, apalagi nyontek sampai meninggalkan tanggung jawab dengan Allah. itu HARAM baginya.

apakah ini sistem. apakah ini sistem untuk menjadi terbaik dengan menuntut ilmu.
jika yang memberi ilmu tidak sesuai dengan aturan, apakah harus ditaati ?...
apabila yang memberi ilmu itu tidak disiplin, sedangkan setiap perkataannya dia mengatakan harus disiplin--apakah harus ditaati ?....
jika yang memberi ilmu tidak mengenal Allah, apakah harus diikuti...?

padahal jelas Allah melarang hal itu, sampai-sampai Allah mengatakan Jika orang tua kita sekalipun jika dia memberi kita ilmu yang salah WAJIB bagi kita meninggalkannya.

dia kesal, dan semakin memperkuat tekat dan tujuannya. dia sekarang meninggalkan Dunia kampusnya. dan mencari ilmu diluar bekerja sama dengan perusahaan-perusahan. investasi dengan puluhan juta rupiah.

angka kampusnya semakin memburuk.
sekarang dia bertahan kulyah hanya bermodal dua hal :

yang pertama :
 jelas orang tuanya, karena dia yakin, orang tuanya tidak mengerti apa itu nilai, yang orang tuanya tahu hanya Topi segi LIMANYA. wisudanya. tapi tidak mengerti sama sekali makna dari wisuda itu sendiri. dari itu untuk membahagiskan orang tuanya sebagi bukti dia kuliyah dia WAJIB wisuda.

yang kedua :
karena seorang cewek yang dia sukai. benar, cinta jika diarahkan kepada agama akan membuahkan hasil yang sangat positif. buktinya anak ini. dia bertahan, berjuang, berbisnis, dan konsisten bahkan semakin taat kepada Rab-nya. semakin berserah kepada Allah, semakin rajin sholat malam--meskipun sebatas meminta disatukan hati kepada cewek yang dia suka-- tapi, kedekatannya kepada Rab-nya semakin dekat.
dia memutuskan harus WAJIB wisuda karena cewek yang dia suka.
meskipun komunikasinya terhadap cewek itu semakin jauh, dia yakin itulah tanda Allah yang menjaga hubungannya. bukan Hp, SMS dan sejenisnya yang seakan-akan Allah tidak maha menjaga.

itulah AKU-----------------------------------------------------------------------------
aku kehilangan disiplin karena kamusku---- padahal dari keluarga aku diajarkan disiplin, SD aku diajarkan disiplin, SMP aku diajarkan disiplin, SMA aku diajarkan disiplin. tapi ketika kuliyah aku diajarkan MERUSAK disiplin.

dikeluarga aku diajarkan kejujuran, SD aku diajarkan kejujuran, SMP-SMA aku diajarkan kejujuran, tapi kulyah aku diajarkan MENYONTEK demi dinai 1-100---E-A.

dari keluarga aku diajarkan taat beragama, SD-SMP-SMA aku diajarkan taat beragama, tapi kulyahku, aku malah disibukan dengan tugas-tugas yang melalaikan agama. mulai masuk kelas disaat azan tiba. keluar disaat akhir waktu sholat.

aku ingin, sahabatku tidak senasib denganku semua tidak senasib denganku.
sahabatku yang akan menjadi tenaga didik,aku harap tidak mengajar yang melalaikan agama, menghilangkan disiplin. mengajarlah dengan hari. bukan karena gaji. mengajarlah dengan alam, bukan dipenjara dalam ruangan kelas.
guru sangat mulia kedudukannya di agama, bahkan Allah enjanjikan syurga terhadap para guru-guru. tentunya guru yang mulia seperti yang disebutkan diatas.

tapi...
jika mengajar karena pamrih, karena gaji dan sejenisnya, melalaikan agama dan menghilangkan ketaan anak terhadap Rab-nya,, yakin setiap tegukan air dan suapan nasi menjadi aliran yang deras kepintu gerbang azabnya Allah.

siswa sepertiku, tidak akan pernah ikhlas terhadap perlakuan gurunnya yang selalu marah karena kejujuran dan ketaatannya terhadap agama. apalagi dimarah dan dikeluarkan dikarenakan disiplin beragama.
maka ---aku tanamkan dalam dada ini, aku selimuti diri ini, dan berjanji...
"HARAM BAGIKU MENGIKUTI SEORANG GURU YANG MELANGGAR ATURAN DAN TIDAK MENGENAK ALLAH SWT"


goresan Air mata Syurga.