…
Jadi penulis,
terkenal dan bisa menjelajahi dunia. Itulah cita-citaku. Sebenarnya keinginan
itu tumbuh bukan terlahir dari saya sekolah SD waktu ditanya guru, bukan dari
suatu kata yang dicari ketika ditanya teman-teman waktu bermain. Tapi kainginan
tersebut tumbuh ketika saya sudah menginjakkan kaki didunia kampus.
Kampus
memang sangat membuat saya berbalik 1800, dunia kampus dunia yang
amat termat menyenangkan. Tapi jika tidak dihadapi dengan positif, maka ia
dapat membuat kita tersesat dan larut dalam kekliruan. Ini saya kemukakan bukan
berarti saya tidak terlarut dan sempurna positif dalam dunia kampus, bukan sama
sekali. Tapi ini merupakan suatu definisi saya tentang kampus aja. Saya rasa
tidak salah jika saya katakan itu, ataupun jika salah, give me sorry ya..hehe…
Bukan cuman
protes ataupun berkomentar, saya sangat dituntut untuk mengemukakan pendapat
saya tentang dunia kampus sa’at ini, khususnya kampus saya.
KETIKA AKU BERTANYA
Banyak
yang membuat saya bertanya tentang kampus dan apa itu itu kampus. Waktu sekolah,
saya sangat memandang tinggi yang namanya kampus. Bagi saya, jika sudah duduk
didunia kampus dan kuliyah, kita akan mendapat kedudukan yang tinggi dan
dihormati.
Sekarang,
saya sudah kuliyah dan duduk didunia kampus. Tidak seperti yang saya pikirkan,
bagi saya kampus itu sangat banyak mengajarkan yang negatif. Baru masuk saja
sudah diajarkan keegoisan, gila kedudukan dan kekerasan oleh para
sonior-sonior. Baru masuk kuliyah saja sudah diajarkan ketidakdisiplinan..
gimana tidak, junior disuruh datang tepat waktu oleh para soniornya ternyata
soniornya sendiri tidak disiplin dan teratur. Itu saya alami sendiri waktu
masuk kampus.
Bukan cuman
itu, ketika masuk kampus, saya sangat penasaran dan sangat ingin bertemu dengan
yang namanya dosen, tapi ternyata tidak, saya malah dihadapkan dengan sonior
yang gila pangkat dan kedudukan. Itukah kampus. Saya sempat ingin berhenti
berjalan dalam dunia kampus. Tapi saya mencoba untuk bertahan, ternyata
hasilnya sampai saat ini saya masih tetap menikmati udara kampus, emmmm…yeah
meskipun bagi saya udaranya sangat tercemar.
Yang memberikan
kita pelajaran, saran dan tata cara bersikap didunia kampus itulah dosen. Bagi saya
dosen itu seperti seorang malaikat yang selalu memberikan saya jalan ketika
saya bertanya dimana jalan dan arah tempat saya mencapai cita-cita saya. Tapi hal
ini lagi-lagi tidak. hanya sebagian kecil saja dosen yang tahu akan keinginan
seorang mahasiswa seperti saya.
Bu’
erlinda, dia adalah seorang dosen yang sangat amat perhatian dan sangat faham bagaimana
cara mengajar. Dia benar-benar malaikat yang saya temukan dikampus. Mengerti dan
tahu akan keinginan saya, tegas dan sangat disiplin. Saya amat teramat suka
akan hal itu.
Kedua bu’
aini mu’ani. Kebetulan dia dosen PA saya dikampus. Orang tua saya dalam dunia
pembelajaran tingkat perguruan tinggi. Pada awalnya saya sangat sebel yang namanya bu’ Ani Mua’ni. Disebabkan
karena dia orang tua kedua saya, jadi
saya mencoba untuk bersabar ketika berhadapan dengan dia yang galaknya mintak
ampuuunn. Karena kegalakannya itu, saya menemukan kasih sayang darinya. Luar biasa
dia sangat perhatian dan tegas. Kali ini apapun yang iberikannya, saya yakin
itu bukan sebuah kata yang asal keluar dari benaknya, tapi itu merupakan suatu
nasehat yang memberi seribu manfaat untuk saya menyeselaikan pembelajaran.
11-01-2013
To be
continue….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar